Skip to content

Kegaduhan di Luar Itu

Malam semakin larut. Jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari. Di malam yang dingin itu, seharusnya menjadi sepi. Namun saat itu tidak. Di luar sana, justru mulai terdengar kegaduhan. Walau bukan pasar, dari kejauhan terdengar suara berkerumun, membicarakan sesuatu, berolok-olok, dan suara yang tidak jelas. Beberapa menit kemudian, suara kentongan terdengar pelan. Disusul dengan yang lain secara bersahut-sahutan.

Tak hanya kentongan, sebuah galon –atau entah– turut mengiringi irama kentongan yang bersahut-sahutan. Sang anak bernyanyi, dan kadang diikuti teriakan “sahur.. sahur…” panjang. Mereka menyusuri gang-gang sepanjang jalan. Mula-mula kecil. Kemudian membesar dan hilang ditelan jarak.

“Ini adalah ritual menarik yang dulu pernah saya lakukan,” batinku. Namun sekarang, saya merasa tidak nyaman. Saya hidup di Surabaya.
___
*) Posting malam ramadan kemarin, namun baru ter-publish saat ini.

One Comment

  1. Memang old habbits really die hard :) namun demikia ia membekas jelas di kenangan dan menjadikan si empunya mengakar pada masa kecil.. :)

    seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari negeri si bau kelek!

    Thursday, November 16, 2006 at 4:15 am | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*