Skip to content

Masa Depan

“Bagaimana masa depanmu nanti?”

Saya takut untuk menjawabnya. Entah mengapa, ketika saya dihadapkan pertanyaan itu, saya jadi merasa takut. Saya membayangkan masa depanku yang agak ‘gelap’, tidak tergambar dengan jelas. Maksudku, adakalahnya seseorang itu mempunyai sebuah gambaran akan sebuah garis kehidupan. Di mana, pencapaian-pencapaian sudah digambarkan –walau pun toh nanti pada akhirnya tidak sesuai.

Masa depan cerah –apakah kamu juga pernah menginginkan itu?– adalah sebuah keadaan yang terbuka peluang lebar untuk meniti karir, atau menunaikan cita-cita yang kamu impikan sejak kecil –tentu saja bukan materi ukurannya. Mengasah kemampuan dalam bidang tertentu, adalah salah satu wujudnya, yang kemudian akan berguna suatu saat nanti.

Saya tahu, sekarang ini saya juga dalam sebuah jalan. Di mana, segala kemungkinan pasti ada. Dan kemungkinan ini tidak selalu berhadiah mobil pada sebuah kamar, dan benda lain di kamar yang satunya, seperti kuis 1 Milyar di televisi itu.

Saya sudah bekerja. Itu kabar baiknya. Masa depan tentang pekerjaan tentu tidak begitu masalah. Keuangan, untuk sementara waktu, bukanlah sebuah problem besar. Sementara kebutuhan juga tidak begitu banyak.

Kadangkala saya mengimajinasikan sebuah keadaan yang benar-benar buruk: dipecat dari pekerjaan –namun semua itu semoga saja tidak terjadi– dan saya akan kembali ke kampung halaman. Tentu saja, dengan sedikit harapan ada pekerjaan yang layak. Kembali bertani? Itu sebuah kemungkinan yang sedikit jelas, daripada melamar sebuah pekerjaan bagus lain di kota dengan tanpa bekal ijazah. Inilah yang saya maksud sebuah gambaran. Kemungkinan –walau tidak begitu baik.

Masa depan. Sebenarnya dapat kita lihat dari sini –namun tentunya tidak secara matimatis. Namun sebagaimana manusia pada umumnya, kita akan selalu menginginkan tujuan akhir –kalau pun hidup enak adalah tujuan itu.

“Kuliah di mana?”
Sebuah pertanyaan disodorkan seorang teman kerja di lift. Sebenarnya bukan pertanyaan serius –hanya basa-basi. Tetapi menurutku itu sebuah pertanyaan yang cukup ‘menodong’. Kami [dia dan temannya, sebenarnya] memang sedang membicarakan tentang tempat kuliah. Sementara saya hanya kebetulan sedang ingin turun. Ya ya, saya tahu, itu merupakan bagian dari jalan itu.

Saya bukan John Starks yang bisa melihat tentang masa depan. Saya juga bukan tukang ramal yang bisa mengabarkan kebohongan akan masa depan. Namun saya tahu, sekaranglah saat yang menentukan. Yang jadi masalah adalah, kadang, keadaan yang membuat kita tidak berdaya. Keadaan yang membuat diri kita terjepit. Karena otak ini begitu sempit.

Sementara kita berpatok pada hukum: bila jari tangan kita teriris pisau maka akan terasa sakit. bila kita makan di warung maka setelahnya harus bayar.

Jadi persoalannya? Kita tidak pernah gigih untuk sebuah kemajuan bagi masa depan. Kita sendiri, bukan orang lain.

_____
*) Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah film yang tidak jelas.
Tulisan ini mungkin tidak enak dibaca karena tidak begitu jelas.
Tulisan ini bisa ter-publish karena saya ingin.
Satu pertanyaan: apakah kamu bisa melihat masa depan?

13 Comments

  1. paririan wrote:

    masadepan?
    gelap ponk…tapi tak jalanin aja….

    btw : serius mo pulang kpg?? solo ya?? heheee..

    Wednesday, November 15, 2006 at 4:17 pm | Permalink
  2. khairulu wrote:

    sy sdg mikir utk bikin multi skenario masa depan bagi diri sendiri. jadi paling tidak ada salah satu skenario yg akan terjadi, mungkin mirip dengan rencana saya.

    akankah kita ‘krismon’ lagi dlm 3 th mendatang? atau negara kita makin oke? atau biasa saja?
    akankah proyek masih banyak? atau makin sedikit? atau….?

    utk setiap skenario itu kita bisa pikirkan strategi yg paling baik.

    hmmm… sdg terinspirasi dg ’scenario planning’…

    Friday, November 17, 2006 at 4:17 pm | Permalink
  3. Andika wrote:

    Masa Depan, Kehidupan, Tantangan, Ujian, Cobaan, Godaan, kematian. Itulah yg terjadi dan harus kita hadapi…..

    Thursday, November 15, 2007 at 9:17 pm | Permalink
  4. airu wrote:

    masa depan i2 emang gak bisa diliat,, tapi jalani aja soalnya masa depan juga nggak pernah minta kita buat susah-susah mikirin. tapi kalo nggak dipikirin juga gimana, ya. tapi kalo terlalu dipikirin juga gimana. hm… bingung

    masa depan nggak takut sama kita, kita nggak takut sama masa depan. mungkin gitu, ya.

    udah ah, nggak nyambung,, cuma mau nitip comment aja kok

    Monday, December 17, 2007 at 1:34 pm | Permalink
  5. chika wrote:

    menurut saya masa depan adalah sesuatu yang harus kita capai dengan usaha yang keras agar masa depan kita akan lebih baik lagi dari hari ini….

    Wednesday, December 19, 2007 at 1:08 pm | Permalink
  6. sari wrote:

    klo di pikirkan akan pusing sendiri…lebih baik jalanin aja seperti air mengalir…sambil berdoa dan berusaha agar masa depan kita bahagia nantinya….

    Monday, February 18, 2008 at 9:13 am | Permalink
  7. joan wrote:

    kita ga usah susah2 mikirin masa depan toh itupun dah ditentuin ma TUHAN, tp jgn lupa berdoa dan berusaha, itulah kunci menuju sukses seperti yg kita impikan

    Tuesday, March 4, 2008 at 1:49 pm | Permalink
  8. jeremy wrote:

    lebih baik pikirkan masa sekarang,karna masa depan ada karna masa sekarang…

    Thursday, May 22, 2008 at 9:04 pm | Permalink
  9. Berti wrote:

    Dapatkah anda menggambarkan masa depan yang bagaimana yang dikatakan masa depan cerah….?

    Tuesday, July 29, 2008 at 1:33 pm | Permalink
  10. hiLda wrote:

    masa depan?
    tu yang gy w rncanain skrg

    lu2s sma bingung mo pain
    mo kliah ruz nggu taon dpan

    trsrh mo gmn msa dpan w nti
    yg pnting w dh mlai usha dr skrg biar masa dpan w nti na

    SMANGADH!!!!!!!!!!!

    Friday, October 17, 2008 at 12:17 pm | Permalink
  11. irvan wrote:

    menurut saya masa depan bisa berubah jika kit mempunyai tekad untuk mengubahnya, karena masa depan tergantung kita apakah kita bisa? merubahnya!
    aku adalah orang yang ingin merubah masa depanku, karena aku kini selalu terpuruk dalm jurang kemiskinan.

    Saturday, November 29, 2008 at 7:37 pm | Permalink
  12. Nurrohim wrote:

    Seseorang yang memiliki tujuan setidaknya dia akan memperoleh kemajuan walau selangkah,seseorang yang tanpa tujuan ia akan kebingungan apakah dia sedang Melangkah Maju ataukah Dia sedang mengalami kemunduran.
    So tentukan Target dan tujuan Hidupmu….
    Salam Perjuangan Bem Unila

    Tuesday, August 4, 2009 at 9:37 am | Permalink
  13. sungguh inspiratif mas..

    emang bener kita sendiri yang nentuin jadi apa kita dan gimana masa depan kita

    keep posting^^

    Friday, August 14, 2009 at 7:01 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*