Skip to content

Karena Ada Rahasia

Pada mulanya mereka bertemu secara tidak sengaja, di Bagota –sebuah kota yang tidak saya ketahui dengan jelas. Berpura-pura menjadi sejoli. Akhirnya jatuh cinta dan menikah. Bahagia. Keduanya menjadi suami-istri. Itulah awal pertemuan mereka, John Smith dan Jane, yang dikisahkan dalam Mr & Mrs. Smith yang tadi saya tonton.

Namun ternyata masih ada sekat di antara mereka berdua: rahasia. Mereka mempunyai pekerjaan masing-masing yang satu sama lain tidak saling mengetahui. Apakah itu? Ternyata di luar itu, keduanya menjadi seorang pembunuh bayaran! [selain pekerjaan itu, tentu mereka saja yang tahu].

Sampai suatu hari, perusahaan masing-masing memberikan tugas dengan target yang sama. Siapa cepat, dia berhasil.

Namun anehnya, salah satu dari keduanya –suami istri itu– malah saling halang-menghalangi. Mereka saling menganggap musuh. Karena didasari ketidaktahuan, mereka pun akhirnya bermusuhan secara terbuka–walau pun tidak benar-benar. Baru setelah terjadi kecelakaan [tembakan secara tidak sengaja], mereka percaya bahwa pasangan yang telah dinikahi selama kurang lebih enam tahun itu ternyata musuh yang benar-benar ingin membunuh satu sama lain.

Seorang suami harus membunuh istri –dan sebaliknya? Di sinilah letak keseruan dari film ini. Dengan peralatan yang canggih serta adegan-adegan sulit, film ini nyaris sempurna. Konon, ketika adegan kejar-kejaran mobil dan baku tembak, kecelakaan yang terjadi tidaklah disengaja, namun benar-benar kecelakaan! Mobil benar-benar meledak, karena mengenai sasaran tepat di mesin.

Setelah menyapu bersih senjata suami yang disembunyikan di belakang rumah, di rumah mereka sendiri, pertempuran sengit terjadi. Baku tembak tidak dapat dihindari. Sampai-sampai rumah mereka nyaris hancur. Senjata saling ditodongkan.

Tapi rupanya keduanya –atau salah satu– tidak benar-benar ingin membunuh. John mengakui tidak mampu membunuh istrinya sendiri. Keduanya rukun kembali. Karena setelahnya disertai pengakuan-pengakuan ‘rahasia’ yang belum pernah disampaikan, satu sama lain menjadi marah –walau tidak saling baku tembak lagi.

Mereka kemudian sepakat mencari target yang pernah ditugaskan pada keduanya. Siapa tahu mereka bisa mengorek sebuah keterangan. Tidak mengalami kesulitan berarti –karena profesional– mereka akhirnya tahu kalau target yang dinginkan perusahaan masing-masing adalah mereka.

Dan benar, serombongan pasukan menyerang. Dan mereka harus saling melindungi sambil membalas serangan.

Kalau awalnya tahu, mengerti satu sama lain, tidak ada rahasia, mungkin mereka tidak akan dihadapkan situasi yang sulit seperti ini.

4 Comments

  1. ponk, ini khan filem sudah lama. emang elo baru nonton, ya? kenapa resensinya telat, om?

    Imponk:

    Memang, film itu tahun 2005. Tak ada larangan kan nulis review film lawas :p?

    Thursday, November 16, 2006 at 11:24 am | Permalink
  2. anima wrote:

    wew, spoiler xD

    jadi pengen nonton,,

    Thursday, November 16, 2006 at 3:47 pm | Permalink
  3. ara wrote:

    ya Alloh… nggak kurang basi tah reviewnya? wadoh… wadoh… haram itu hukumnya di dunia jurnalistik, xexexe. eniwe, saya nggak setuju tuh. menurut saya, mereka beruntung sekali tidak tahu sejak awal kalo mereka ternyata sama2 pembunuh bayaran. soalnya, kalo udah tahu, mereka pasti jadi nggak suka (halah…). n yang lebih penting, kalo mereka tahu sejak awal, maka, tak bakal ada film itu!!! xexexexexexe….

    mas, yo opo carae dapat tempat di sini? aku minta satu downkz!!

    Wednesday, November 22, 2006 at 9:31 pm | Permalink
  4. Imponk wrote:

    to ara:
    saya bukan jurnalis :p seperti kamu

    Thursday, November 23, 2006 at 9:53 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*