Skip to content

Masa Lalu

merayakan ultahSetiap orang pasti mempunyai masa lalu. Seperti saya, saya mempunyai masa kanak-kanak yang tidak lebih menyenangkan dari orang lain. Tentu saja juga tidak lebih menyedihkan dari orang lain. Maksud saya, saya mempunyai masa lalu yang bermacam-macam rasa. Masa lalu tidak bisa hanya dikatergorikan dalam bentuk senang, sedih, bahagia, dlsb. Kadang perlu disikapi dengan sikap lucu. Dan tentu, semua masa lalu merupakan sebuah kenangan.

Ketika saya mengetahui cara merayakan ulang tahu seorang teman, tiba-tiba saya ingin sekali merayakannya. Tanpa sengaja, seorang teman saya berteriak: “Imron akan ulang tahun!” seolah mengundang seluruh teman dalam kelas. Padahal, saya tidak mempunyai uang untuk merayakan seperti ulang tahun teman yang kebetulan dari keluarga berada itu. Seketika itu, saya baru sadar, merayakan ulang tahun adalah sebuah kebodohan.

Dengan insting anak-anak, saya kemudian mengumpulkan uang jajan ke sekolah untuk ‘merayakan ulang tahun’. Beberapa bulan ke depan ketika hari itu datang, uang jajan akan terkumpul dengan jumlah yang lumayan. Sebenarnya bukan lumayan. Karena uang jajan saya waktu itu cuma Rp 50 saja. Beberapa permen, saya pikir, sudah cukup untuk sebuah ulang tahun yang sangat-sangat-sangat sederhana.

Hingga pada hari itu, rupanya teman-teman tidak ada yang peduli dengan sebuah hari yang ‘mendebarkan’ itu. Bagaimana ulang tahun bisa dirayakan oleh seorang seperti saya? Meski pun beberapa rupiah akhirnya terkumpul akibat ‘puasa’, saya lega karena semuanya menjadi lupa…

Saya sungguh terkesan dengan ‘problem anak-anak’ yang digambarkan film Twelve and Holding yang saya tonton jauh hari. Ternyata, peristiwa yang saya alami, tidak ada apa-apanya dengan sebuah kesalahan yang akhirnya membawa korban dan hampir membawa korban.

Seperti Leonard yang kelebihan berat badan. Ketika masuk sekolah tinggi, dia dinyatakan gagal dalam bidang olahraga. Berat badannya yang over, membuatnya tidak bisa mengangkat badan sendiri. Sang guru menyarankan untuk diet melalui buku panduan. Leonard memang tidak salah dengan badannya yang gendut, karena ternyata di rumah ‘hidangan besar’ sudah menjadi menu sehari-hari. Hampir seluruh anggota keluarga berbadan sama.

Tergoda oleh ‘kitab sakti’, Leonard menerapkan apa yang diajarkan. Ia mulai berolahraga. Mula-mula ia berlari jarak pendek dengan ngos-ngosan. Hari berganti, ia mulai bisa beradaptasi. Jarak yang dia tempuh sudah sesuai terget. Ia merasakan badan yang berbeda dengan latihan rutin. Badannya tidak terasa berat lagi. Tak hanya berolahraga, ia juga menerapkan makanan yang ketat: sebutir apel sudah cukup mengganti makanan yang menggunung.

Leonard memang berhasil. Ia merasakan tubuh yang lebih sehat. Hingga timbul keinginan untuk menerapkan diet pada ibunya yang berbadan gembrot. Ketika ayah dan anggota keluarga lain bebergian, sang ibu disekap oleh Leonard. Dia hanya disuplai dengan sebotol air dan buah apel. Leonard berpikir apa yang telah diterapkan pada dirinya akan berhasil pada ibunya.

Namun apa yang terjadi? Sebuah rumah tanpa seorang wanita, akhirnya menjadi berantakan… Suatu hari ketika memasak makanan diet, Leonard kurang pas mematikan kompor gas. Rumah hampir terbakar, sementara Leonard terjebak dalam pengap asap.

Untung saja, dengan sekuat tenaga, ibunya berhasil membuka pintu yang dikunci Leonard. Akhirnya mereka selamat.

Pikiran anak-anak memang kadang terlalu sederhana. Ketika anak lain melalukan sesuatu, kita –sebagai anak-anak– juga ingin melakukannya. Pikiran mereka yang sederhana kemudian mencari solusi. Ah, namanya juga anak-anak…

Ketika memasuki bulan April, saya jadi teringat itu semua: bulan menghitung celengan berisi recehan uang jajan untuk merayakan ‘ulang tahun’. Entah berapa rupiah yang akhirnya saya dapat, saya tak yakin bisa dibelikan permen hingga mencukupi semua kelas.

Masa lalu itu merupakan bagian dari sejarah perjalanan diri kita andai ada yang menuliskannya.

3 Comments

  1. Koko wrote:

    Nice writing…

    Tuesday, April 1, 2008 at 9:25 pm | Permalink
  2. aRief wrote:

    kapan ulang Tahuny kak……………………. di rayain ga……….?

    Wednesday, April 2, 2008 at 7:03 pm | Permalink
  3. Almas wrote:

    Bagus Sekali Tulisannya

    Monday, December 1, 2008 at 1:09 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*