Skip to content

Selalu Ada Cara

"Pintu depan ditutup, kita bisa masuk dari celah yang lain," kata teman saya mengomentari pemblokiran situs yotube, myspace dll. Dia kemudian memberitahukan cara itu, yakni dengan menambah awalan "unik". Sebenarnya, cara ini lazim digunakan untuk para peselancar yang tidak ingin diketahui identitas ip-nya alias anonim, seperti ketika mendownload dari rapidshare yang dibatasi oleh waktu karena terlalu banyak men-download.

"Tambahkan saja http://anonymouse.org/cgi-bin/anon-www.cgi/http: kemudian ditulis alamat situs yang diblokir tadi."

Dan benar, ketika saya mencobanya. Ternyata situs youtube yang semula kosong –loading lama berwarna putih– ternyata bisa dibuka dengan lancar. Seperti tidak ada pemblokiran sama sekali.

Sebenarnya cara ini merupakan "akal-akalan" sederhana. Dengan memakai anonym, otomatis ‘pemblokir’ tidak bisa mengenali dengan baik, dari manakah para peselancar itu menggunakan ISP. Apa pun namanya, saya kira ini adalah bentuk dari trobosan seperti para hacker menerobos situs-situs ber-skuriti. Selalu ada celah. Seolah para pemblokir situs itu beradu pintar oleh para hacker (dan juga blogger? :p)

"Bukankah para maling itu selalu lebih pandai dari polisi?" kata teman saya itu. Saya jadi khawatir, ketika situs-situs berkonten dewasa itu ditutup. Para peselancar itu semakin antusias untuk mengetahui cara mengakses.

"Apa nggak sebaiknya digalakkan kampanye browsing secara tepat guna. Yakni tidak menggunakan untuk hal-hal bersifat ‘pembodohan’?" tanya teman saya itu seolah tidak setuju dengan pemblokiran yang dilakukan oleh pihak Depkominfo.

Saya hanya terdiam.

"Tak dapat dimungkiri, pemblokiran itu sebagai upaya untuk melindungi generasi dari konten-konten web yang tidak bermanfaat. Tetapi dengan menerapkan blokir, para pemuda yang umumnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi itu jadi penasaran," katanya sedikit panjang.

"Bukankah nasib internet sendiri di lingkungan kita sering dikategorikan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat?" tanya saya. "Padahal, kalau mau jujur, penggebyah-uyahan semacam itu sangat tidak sesuai. Sebagai contoh, umumnya masyarakat memandang bahwa ‘internet=p*rno’."

"Blogger=hacker?" tanya teman saya diiringi tawa.

2 Comments

  1. agung wrote:

    ya….. ada bagusnya Depkominfo memblokir situs2 seperti itu, contoh baiknya anda jadi tau cara mencari celah lain.
    Klo Depkominfo tidak melakukan pemblokiran pada situs2 yang dilarang. Jika hal ini dikembangkan dengan positif, saya bisa mengetahui darimana anda masuk rumah saya, padahal pintu rumah saya udah saya kunci rapat, nah…… besok saya akan tutup jendela rumah saya dengan tralis. Tukang tralis/las laku tuch. Besok anda cari jalan yang lain, dengan membuka kunci pintu rumah dengan kunci T yang biasa digunakan maling, maka munculah kunci yang tidak bisa di “jebol” dengan kunci T. Ngasih peluang buat pabrikan membuat kunci pintu yang anti maling. Inilah kenapa Allah memberikan “nafsu” pada manusia. Untuk agar lebih baik. “berfikir yang positif maka dunia akan berjalan dengan cepat”

    Thursday, April 10, 2008 at 1:52 pm | Permalink
  2. Koko wrote:

    Hehehehe, saat pintu ditutup, seribu jendela lainnya masih terbuka.

    Saturday, April 12, 2008 at 12:33 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*