Setelah Fitna karya Greed Wilders yang menghebohkan dunia Islam beberapa waktu lalu, muncul juga video lain. Video kali ini berjudul “Schism” yang mengikrarkan diri sebagai jawaban Fitna (Re-Fitna). Seperti halnya Fitna yang memuat ayat-ayat dalam Alquran, video pendek –sekitar enam menit– ini berisi ayat-ayat juga. Namun ayat itu adalah comotan dari bible (injil).
Kekerasan, begitulah yang ingin disampaikan, rupanya tidak hanya “monopoli” satu agama. Di video ini, ayat-ayat bible dicomot begitu saja untuk meyakinkan bahwa dalam ajaran Kristen juga memuat kekerasan serupa. Karena merupakan jawaban dari Fitna, film ini nyaris serupa. Cuma ayat-ayat Alquran diganti dengan ayat injil.
Seperti halnya Fitna yang memuat khotbah berisi kekerasan, di video Schism juga memuat hal serupa. Lengkap dengan tayangan dokumenter televisi seperti CNN dan Aljazeera yang menayangkan peperangan di Iraq.
Radikalisme, agaknya, memang tidak hanya “monopoli” satu agama. Bahkan, anti-agama sendiri juga bisa menimbulkan radikalisme semacam Widlers. Seperti orang di lingkungan saya yang atheis, mereka selalu menjadikan agama sebagai “sesuatu-yang-bersalah”.
Wilders sepertinya cukup berhasil untuk “perang” dengan filmnya, sehingga ada juga yang melayani “film dokumenter”-nya –meskipun banyak yang menilai sebagai film “murahan”.
Di metro tv, film ini menjadi perbincangan menarik beberapa waktu lalu dengan menghadirkan dua nara sumber. Salah satunya adalah Komaruddin Hidayat.
Yang menarik adalah hasil jejak pendapat tentang film ini. Meski ada tiga buah pihak yang berbeda, masing-masing mempunyai argumen tersendiri. Seperti argumen kelompok Islam Liberal, mereka menilai video Widlers ini mempunyai sisi positif. “Apa yang disampaikan Widlers bisa menjadi cermin bagi muslim sekarang ini. Apakah memang ada kekerasan? Kita bisa berinstrospeksi,” ujar salah satu kelompok.
Di kelompok lain, mereka menganggap Widlers telah “salah” karena tidak mengerti tentang ayat-ayat yang dia comot. “Padahal sebuah ayat ada konteks tertentu yang berkaitan.”
Sang pembuat Schism, ternyata adalah blogger berasal dari saudi bernama Raeeds. Dia mendistribusikan lewat layanan video youtube. Di blognya juga memuat tayangan video pendek itu, lengkap dengan berita-berita yang menyiarkannya.
Bagaimanakah reaksi Kristiani? Entahlah… Saya kira ini cukup lucu, ada aksi saling menjelek-jelekkan agama lewat internet. Padahal, dalam kenyataan, radikalisme bisa timbul di setiap agama. Sebagai muslim saya juga menyayangkan video ini.
8 Comments
agama saya kebetulan kristen, apa reaksi saya? sama aja dg ketika mengetahui ada film fitna…pemahaman (cekak) saya terhadap berbagai macam agama di muka bumi tetap ga akan berubah. Mereka punya satu garis lurus; mengajak manusia untuk berbuat baik.
kalo ada garis keras atau negatif lain, itu bukan agamanya, tapi sebagian kecil penganutnya aja. agama mau dibuat apa juga bisa…wong jadi bahan dagang aja bisa :D
Entah apa yang ada di benak orang-orang seperti Wilders dan Raeeds ini. Apapun agama dan kepercayaannya menurut saya apakah akan radikal atau lembut tergantung pada penganutnya. Ajarannya bisa saja disalahpahami dan diputarbalikan sekehendak hati pemeluknya. Patut dikasihani orang-orang seperti Wilders dan Raeeds ini.
Saya berharap ada seseorang yang membalas Film Fitna mungkin dengan tulisan atau apa pun. Namun saya tidak ingin ada suatu balasan yang berupa kekerasan, kita bisa tampil cerdas dan elegan dengan menunjukkan betapa ISLAM itu lemah lembut, bagaiman ISLAM di jaman nabi, bagaiman ISLAM menaklukkan bangsa lain dengan kelembutan bukan dengan kekerasan semata.
gue jengkel dengan film fitna dan schism (tandingannya ini)…apa mereka yang buat itu ngga mikir efeknya ke orang lain…gue sendiri nasrani tp gue ga setuju ma film fitna atau schism ini….
Kebetulan filmnya schism ini lagi saya download, jadi komentnya untuk Fitna dulu.
Agama tanpa embel2 nama (islam,kristen,dll) adalah membawa kebaikan (jadi kita bicara definisi dan makna positif). Tetapi agama dengan suatu nama tertentu tadi, plus dengan fanatisme yang buta dan bodoh, tidaklah selalu akan bertujuan untuk kebaikan bagi sesama.
Film Fitna sendiri adalah cuplikan ayat-ayat Alquran untuk melakukan tindakan kekerasan/barbar terhadap sesama manusia lainnya yang dilabeli Yahudi/nasrani/dan kafir lainnya. Sebenarnya belum tentu setiap ayat yang dikutip itu kemudian menghasilkan tindakan sadis seperti yang di film-kan. Disini film fitna bisa salah dan menjadi fitnah. Tetapi semua yang melihat harus dengan jujur mengakui bahwa kotbah dan interpretasi yang ditayangkan dalam film fitna itu bukanlah rekayasa, tapi NYATA. Kenapa nyata? mudah saja kita dengarkan Kotbah itu kita dengar melalui telinga kita, mulai dari Subuh sampe Isya. Kejadian di Poso, Ambon dan lain-lain adalah bukti hal itu terjadi akibat interpretasi ayat-ayat Alquran. Apakah orang Kristen tidak melakukan yang sama? Mereka juga terlibat saling bunuh di Poso dan Ambon. Masalahnya, apakah Islam dan Kristen memili cara pembenaran yang sama terhadap tindakan Keji yang dilakukannya? Adakah Saudara-saudara yang Kristen pernah diajarkan, bahwa membunuh saudaramu “yang bukan kristen” adalah di ridhoi oleh Tuhan Yesus-nya?
Masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, saya nilai sebenarnya ke-Islam-annya punya ciri khas tersendiri, yang kental dengan ciri khas bangsa ini yang ramah dan baik (masih terpengaruh agama asli nusantara, hindu dan budha). Namun pengaruh Islam garis keras dari Timur Tengah, menyeret masyarakat “grass root islam Indonesia” terlibat konflik “Arab – Israel”. Masyarakat Muslim Indonesia juga tidak pernah diberikan pengetahuan mengenai perkembangan Islam dari awal hingga sekarang. Tidak pernah juga diberikan pengetahuan mengenai perkembangan dan perbandingan tentang agama-agama lain. Sehingga masyarakat muslim Indonesia akhirnya terjebak pada Fanatisme yang sempit.
wahhhh….panjang….
Baik Film FITNA dan SCHISM layak untuk di tonton, dan sebagai orang yang sungguh ber-iman kepada Tuhan Pencipta Yang Maha Penyayang kepada semua mahluk ciptaannya harus Introspeksi setelah melihatnya. Jangan berpikir sempit film-film ini hanya sekedar agitasi (karena seringkali isinya adalah nyata dihadapan kita sehari-hari).
Ingat semua agama selalu “ngecap” manusia sama semua di hadapan TUHAN- coba buktikan!
Ya Allah…Maafkan kami, maafkan kami atas kata-kata dan perbuatan-perbuatan jahat yang kami lakukan. Bukannya berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang indah untuk hidup, kami malah bertengkar satu sama lain, bertikai, berkelahi dan akhirnya berperang. Kami lupa dengan perintah-Mu untuk mengasihi orang lain, kami lupa dengan perintah-Mu untuk menyayangi orang lain, kami lupa dengan perintah-Mu untuk mencintai orang lain. Maafkan kami Ya Allah atas rusaknya hati kami. Bimbing kami agar hati ini dipenuhi oleh kasih sayang-Mu, dipenuhi oleh belas kasih-Mu dan dipenuhi oleh cinta-Mu. Bimbing kami ke dalam Keagungan Kebenaran-Mu. Tidak ada kebenaran selain Engkau. Maha Suci Engkau, kami memohon ampun kepada-Mu atas segala keburukan kami.
Kak, gmn cara download film tersebut….????
Ada cerita setan pura-pura jadi pengikut Kristen, dan gosok-gosok orang kristen untuk buat film fitna. Eh, setan yang lain pura-pura jadi pengikut Islam, manas-manasi orang Islam untuk buat film schism. Akhirnya kedua pengikut yang beda agama itu ribut dan seluruh dunia juga ribut. Cuma gara-gara 2 setan, dunia dah saling bertengkar, dan mau menang sendiri. Apa hubungannya perang sama agama, apa hubungannya teroris sama agama ? Yang menghubungkan : setan dan manusianya. Bukan agamanya kan ?
One Trackback/Pingback
[...] Schism [...]
Post a Comment