“Ada yang aneh,” kata teman saya. “Mengapa Tuhan menciptakan manusia, tidak sama seperti binatang?” –sebuah pertanyaan klise sebenarnya, tetapi dia kemudian melanjutkan– “Dalam dunia binatang, yang jantan dibuat Tuhan sangat indah, sedangkan manusia sebaliknya: wanita dibuat dengan begitu indah.”
Dia kemudian mencontohkan beberapa binatang yang memiliki keindahan seperti burung merak. Menurutnya, merak yang indah adalah merak jantan. Bukan betina. Dia mencontohkan lagi ayam, yang menarik adalah jago. Bukan si babon –kata orang Jawa. Tak lupa kemudian menyebutkan daerah-daerah “rawan” wanita yang menurutnya menarik, jauh dari bentuk binatang yang beberapa dia sebutkan, meski juga daerah “rawan”.
“Mengapa seperti itu?” tanya dia kemudian.
Rupanya, pertanyaan itu pernah dilemparkan seorang pemimpin dalam perusahaan dan pernah didengarnya, namun jawaban dari pertanyaan “mengapa” sampai sekarang belum juga terjawab. Dia membicarakannya untuk mencari masukan dari yang lain soal “misteri” itu.
Ini adalah pertanyaan kaum pria, pikir saya. Kemudian saya menyimpulkan dengan kata pendek: instink.
“Secara psikologis, daya tarik wanita dengan lelaki itu berbeda. Pria merasakan daya tarik pada penglihatan, sedangkan wanita pada pendengaran,” jawaban saya seperti yang pernah diungkap di majalah. Teman saya yang lain –yang juga ikut dalam perbincangan– menyetujui dengan sedikit tambahan. Menurut dia, ada objek-objek tertentu yang membuatnya sangat tertarik.
“Memang seperti itu. Tapi, mengapa dalam dunia manusia, keindahan itu dibalik, tidak seperti dunia binatang?” pertanyaan teman saya pertama, lagi. Rupanya, dia tidak puas dengan jawaban yang saya berikan. Teman saya yang satu ini memang agak filosofis. Sampai postingan ini saya tulis, saya masih pengaruhi pertanyaan itu. “Mengapa?” –meski kedengarannya hanya Tuhan yang berhak memberi alasan perihal ciptaan-Nya.
Kalau pertanyaannya mengapa manusia lebih istimewa dari makhluk lain, jelas jawabannya adalah akal. Saya akan memberi jawaban “menusia adalah makhluk yang berbicara.” Namun kali ini pertanyaannya bukan begitu. Ada yang tahu jawabannya?
5 Comments
Jadi Tuhan latihan dulu penciptaan dengan binatang-binatang yang lain baru akhirnya sebagai praktek terakhirnya dia menciptakan manusia pria…dan dia masih aja kurang puas dan akhirnya terakhir dia menciptakan wanita dengan sempurna
:D
hehe… dan saya percaya teori evolusi :D
pa kabar mponk?
maka daripada itu saa tertarik pada wanita bukan pada pria.
*)ndak nyambung ya?
Masya ALLOH….
Agaknya, lancang jika kita mempertanyakan “Kenapa koq ALLOH begini, kenapa koq ALLOH begitu…”. Bukan hak kita mempertanyakan apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya, justru kita yang akan ditanya oleh-Nya nanti…
“Alloh tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, namun merekalah yang akan ditanya…” (QS: Al Anbiya’: 21)
Yang saya tahu, wanita itu adalah fitnah dunia paling besar. Jadi wajar saja jika dia dibuat lebih menarik daripada laki-laki. Makanya, buat para laki-laki, cepet nikah biar bisa meminimalisir fitnah terbesar ini.
*piss :D*
Post a Comment