Skip to content

Terima Kasih

Setiap hari minggu, di koran terbitan Surabaya itu selalu mememuat surat pembaca yang berbeda. Kalau hari Senin-Jumat biasanya penuh dengan komplain dan “marah-marah”, di hari itu di penuhi ucapan terima kasih dan kabar gembira. Tak jarang ada yang hanya menyampaikan uneg-uneg perihal keseharian yang membahagiakan bersangkutan dengan pelayanan tertentu. Dan memang, hari minggu merupakan hari yang dikhususkan untuk itu.

Pernah suatu kali, seorang nenek-nenek kesulitan untuk menyeberang jalan. Kemudian datanglah polisi yang baik hati. Sebagai kewajiban, si polisi berbaik hati menolong untuk menyetop kendaraan Surabaya yang selalu padat sepanjang jalan. “Terima Kasih, Pak Polisi,” tulis sang ibu –ibu si nenek– berbahagia. Meski tidak tahu namanya, ternyata masih ada orang-orang yang peduli dengan orang tua.

Ucapan terima kasih memang terasa mahal. Ini jika saya ukur dengan porsi yang hadir di halaman koran itu. Dari tujuh hari dalam seminggu, hanya menyisakan sehari saja untuk sebuah ucapan terima kasih.

Kalau melihat surat pembaca kebanyakan komplain, ini berarti, betapa keseharian masyarakat lebih banyak dirundung masalah yang menimbulkan rasa marah. Mulai dari service handphone yang tidak kunjung beres, sampai pemutusan listrik oleh PLN yang sepihak.

Terima kasih. Saya kira sangat mudah diucapkan. Namun terkadang, memang perlu pembiasaan.

Saya gembira ketika melihat anak kecil diajari oleh ibunya untuk mengucapkan kata ini ketika ada seseorang memberinya sesuatu. Seperti anak tetangga kos beberapa hari lalu, kadang terasa lucu mendengar ucapan mereka karena si kecil tidak mengucapkan terima kasih dengan nada tulus.

Terima kasih memang memerlukan ketulusan. Darinya tidak menginginkan sesuatu dibaliknya. Apakah ucapan terima kasih di suatu koran dari pejabat yang terpilih juga mengandung ketulusan? Entahlah…

Terima kasih kepada para pengunjung blog ini yang telah meluangkan waktu untuk membaca, meski bukan posting yang bermutu.

7 Comments

  1. nita wrote:

    ah, ya betul itu…kerap lebih gampang menyebut hal2 negatif drpada mengucapkan terima kasih utk hal2 baik yg dialami

    Sunday, April 20, 2008 at 6:49 am | Permalink
  2. iway wrote:

    terima kasih juga bisa meluangkan waktu untuk saling berbagi :D

    Monday, April 21, 2008 at 8:46 am | Permalink
  3. dzikr wrote:

    assalamu’alaikum… salam kenal. masih baru nih di dunia blogging :)

    Thursday, May 8, 2008 at 7:14 pm | Permalink
  4. paman tyo wrote:

    terima kasih telah memberi kesempatan kepada saya untuk berkomentar. :)

    di negeri ini kadang dianggap aneh kalau bilang makasih ke kusir dokar, tukang becak, sopir angkot, dan tukang ojek. alasannya, sudah mbayar :D

    Tuesday, May 20, 2008 at 5:24 am | Permalink
  5. salam kenal mas..

    Sunday, June 8, 2008 at 8:38 pm | Permalink
  6. bujang.tanggung wrote:

    betul banget,kadang-kadang gak bermutu

    Tuesday, July 1, 2008 at 10:14 pm | Permalink
  7. Dengan search engine Google, saya masukkan keyword “terima kasih”. Ada 21.200.000 hasil telusur untuk terima kasih. Selamat Anda masuk the best ten.
    “Terima kasih” memang luar biasa !

    Tuesday, January 13, 2009 at 3:52 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*