Skip to content

2009, Kompas Mengecil

kompas baru2009 mungkin merupakan babak baru perwajahan Kompas, koran nasional yang begitu berpengaruh. Yakni mengalami pengecilan ukuran yang semula besar –karena ada yang kecil, sebagai pembanding– menjadi lebih “handy”. Bagi yang belum membaca pemberitahuan (apakah memang ada pemberitahuan sebelumnya?) pasti agak sedikit kaget dengan perubahan ukuran itu. Saya yang mencoba memegang koran tanggal 2/1 kemarin, merasakan “perubahan suasana” karena pengecilan bentuk itu. (Tanggal 1/1 koran libur?)

Meski tidak ada yang berubah dari sisi desain (perwajahan), agaknya perlu menghitung kembali berapa kolom yang ada pada koran itu? “Apakah ngeprint-nya memang diperkecil, ataukah desain memang seukuran itu?” tanya saya dalam hati. Perubahan ukuran, ternyata tidak mengalami perubahan kolom sehingga melihat iklan baris menjadi sedikit terasa janggal. Memang serasa di-print kecil saja.

Dari sisi pembaca, mungkin perubahan ukuran tidaklah membawa pengaruh. Para pembaca bisa beradaptasi. Satu-dua-hari yang tidak suka akan ngomel, lalu terdiam saja, sambil membaca berita-berita yang disajikan. Yang suka ukuran baru, mereka akan memuji perubahan Kompas yang dirasa makin pas. Nah, sedangkan bagi pengiklan, perubahan ini tentu akan memberi pengaruh — ukuran yang makin menyempit, apakah juga diikuti harga yang selangit.

“Isu” perubahan ukuran Kompas ini sebenarnya sudah saya dengar sebelumnya. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah ukuran yang mengecil itu juga bersamaan dengan perwajahan? Ternyata tidak. Sebagai orang yang bekerja pada koran berwajah kecil, orang di kantor saya bisa berkata dengan bangga: Others Can Only Follow.

Namun, siapa yang mengikuti dan diikuti bukanlah soal penting. Kompas, saya rasa juga perlu penyesuaian. Dengan sedikit memperkecil ukuran, hal itu akan bepengaruh terhadap pembelian kertas yang konon harganya semakin “tidak rasional”. Sementara persaingan dalam industri kertas sendiri juga sangat ketat.

Perubahan Kompas memang rasional di kala ekonomi 2009 yang semakin tidak menguntungkan untuk sebuah industri koran cetak. Bagaimana menurut Anda?

2 Comments

  1. fauzul wrote:

    Wah jadi ueanak bacanya ya. simple, bermutu, tapi harganyya sama khan ? makasih atas infonya mas.

    Sunday, January 4, 2009 at 4:20 pm | Permalink
  2. dp wrote:

    Kelihatannya Kompas sedang berusaha kembali merebut pasar eceran. Orang beli eceran memang lebih suka yang kecil karena “handy” itu.

    Koran Tempo sempat menjadi primadona di kelas eceran. Kayaknya bakal menjadi ancaman jika Kompas mengecil.

    Friday, February 6, 2009 at 11:45 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*