Tiga hari lalu, saya terpesona oleh lautan manusia ketika akan berangkat ke kantor. Rupanya, gedung di pinggir tempat kos saya sedang mengadakan acara partai. Ratusan orang –yang rata-rata berbusana muslim– memadati parkir Jatim Expo, Surabaya. Puluhan bus berjajar, mengingatkan saya pada saat mudik bareng menjelang Lebaran. “Betapa meriahnya,” kagum saya melihat kibaran bendera partai di mana-mana. Saya pun teringat Bu Lek saya yang menjadi caleg lewat partai ini.
“Apakah mereka itu para caleg?” saya bertanya-tanya. Pertanyaan ini memang belum terjawab sampai sekarang. Andai iya, maka Bu Lek saya pasti ada di tengah-tengah mereka.
Partai Islam, nasionalis, mengusung falsafah Nahdlatul Ulama. Tentu merupakan pilihan alternatif, menurut saya, dari pada partai hijau serupa yang sedang dilanda konflik.
Yang menarik, seperti dalam kalender yang diberikan bu Lek saya, partai ini telah direstui banyak kiai. Bahkan pendirinya merupakan kiai-kiai terkenal yang memiliki reputasi di Nahdlatul Ulama. Apakah ini tidak memikat bagai para pengikut NU?
Bagi saya sendiri, partai ini memang menarik: Islamis, nasionalis, mengusung falsafah Nahdlatul Ulama, dan didirikan ulama.
Namun, cukupkah empat pemikat itu bisa menarik para pemilih untuk mendukungnya? Tentu saja tergantung si pemilih itu sendiri: pengetahuan akan partai. Bagi mereka yang sudah terlanjur kecewa pada partai NU yang dulu dipilihnya, partai ini mungkin bisa menjadi alternatif.
Saya sendiri tidak banyak tahu partai ini kecuali empat hal di atas.
Akhirnya, pengetahuan saya tentang partai ini nambah lagi. Tadi pagi, ketika jalan-jalan di lapangan parkir, banyak sekali sampah makanan berlogo partai ini. Tidak itu saja, rupanya puluhan bus yang parkir juga menyisakan kerusakan parah: paving ambles.
Pengetahuan saya tentang partai nambah lagi.
4 Comments
sayangnya, di jaman banyak partai sekarang ini, kekuatan umat muslim di indonesia malah terpecah2 jadi kelompok2 kecil.
hekekekekekekek … itulah partai … ada sisi baik dan buruknya … positif negatif
meski ada sisi baik, sampai sekarang, saya tetap blm berkeinginan menjadi simpatisan salah satu partai.
sikap saya masih golput
update euy, buruan PR’e award dikerjakan
saya gak golput……..n senang bisa liat bendera partai……bukan bendera golput……….gmn jdinya lo ada bendera golput……pasti peminatnya……sedikit pa banyak?…hehe :)
Post a Comment