Skip to content

Category Archives: Kolom

Kisah dari Penjara

“Tak perlu masuk penjara untuk mengetahui penjara,” kata teman saya sambil menyodorkan koran. Di sana, ada tulisan berjudul Medaeng Undercover, yakni tulisan mantan napi yang pernah menghini rutan kelas I Surabaya, menguak kehidupan penjara yang belum banyak diketahui khayalak.
Penjara, tentu bukan hal asing buat saya. Semenjak mengikuti serial Prison Break, paling tidak saya bisa mengetahui [...]

Biarkan Ia Menjadi Rahasia

Tadi sore, saya membaca kolom Emha Ainun Nadjib yang cukup apik di majalah Tempo. Masih mengenai isu yang kemarin bergulir: ajaran sesat, pasca Ahmad Mushaddeq mengumumkan kenabiannya –sekarang sudah bertaubat dan kembali ke ajaran Islam.
Mengapa saya katakan apik?
Alih-alih terjebak dalam tarik menarik antara sesat atau tidak, Cak Nun –panggilan akrab Emha– mengurai tentang ihwal sesat [...]

Rindu Kedamaian

“Mengapa masih ada saja pengikut aliran seperti itu?” tanya kawan saya heran saat melihat penangkapan pengikut aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah di televisi. Menurutnya, seharusnya tidak mudah bagi seseorang menganut ajaran tertentu, tanpa sesuatu yang bisa diterima akalnya. Butuh sebuah kesamaan pikir sehingga ajaran itu bisa sampai kepada si penerima sehingga menjadi pengikut sebuah ajaran. Apalagi, katanya, [...]

Urbanisasi

Apa yang membuat kota begitu memesona di mata para pendatang? Karena di sanalah kehidupan. Konon, di balik gemerlap kota di malam hari tersimpan mutiara yang memancarkan kilau. Pundi-pundi uang bagi siapa saja yang mau mengambil kesempatan.
“Semiskin-miskinnya hidup di kota, masih lebih enak dibandingkan miskin di kampung,” kata teman saya setelah berkunjung ke Madura beberapa [...]